Senin, 07 Mei 2012

Belajar Mikrocontroller Untuk Operasi logika

Dalam teknik digital kita belajar tentang berbagai macam gate atau gerbang logika. Ada tujuh gerbang logika yang menjadi dasar untuk membuat rangkaian elektronika  digital diantaranya yaitu AND, OR, XOR, NOT, NAND, NOR,dan XNOR. Dalam artikel kali ini kita akan mencoba membuat program operasi logika dengan menggunakan bahasa pemprograman. Sebelum membuat program pastikan software Bascom Avr sebagai kompiler dan Proteus untuk rangkaian elektronika sekaligus untuk mensimulasikan program yang kita buat sudah terinstal di komputermu. Buat rangkaian elektronikanya sesuai dengan gambar.1 dibawah ini. Cara membuat rangkaiannya bisa dilihat diartilel tentang menggambar rangkaian elektronika dengan Proteus
Gambar.1
Langkah berikutnya buka program Bascom Avr dan buka halaman baru dengan mengklik tool Create a new file. Tulis sintak seperti gambar.2 dibawah ini.
Gambar.2
Dari sintak di atas untuk bagian pertama,  ini merupakan judul program atau komentar. Komentar tidak akan dieksekusi sebagai program sifatnya hanya untuk memberi informasi tentang program yang kita buat, cara penulisannya harus diawali tanda kutip ( ‘ ). Bagian kedua, ini merupakan deklarasi mikrocontroller meliputi type mikrocontroller, frekuensi clock dan baud rate atau kecepatan bit per detik pada saat melakukan komunikasi serial dengan komputer. Bagian ketiga ini merupakan konfigurasi LCD, meliputi sambungan port antara mikrocontroller dengan pin LCD, konfigurasi  layar LCD 16*2 artinya LCD yang digunakan dapat menampilkan sebanyak 32 karakter yang disusun menjadi 2 baris dan 16 kolom. Bagian keempat ini merupakan deklarasi variabel yang terdiri dari variabel A,B,C,D dan E. Variabel A dan B mempunyai  type data Byte digunakan untuk menyimpan data awal yang nantinya akan dimanipulasi dengan operasi logika. Variabel C mempunyai type data Byte digunakan untuk menyimpan hasil manipulasi data dari operasi logika. Variabel D mempunyai  type data Byte digunakan untuk menyimpan data inverter atau  penjungkiran. Variabel E mempunyai type data String maksimal sepuluh karakter digunakan untuk menyimpan data berupa code biner dalam bentuk data string. Setelah menulis sintak sesuai dengan gambar.2 diatas saatnya kita membuat program utama untuk oprasi logika. Program utama ditulis dibawah atau setelah pendeklarasian variabel, ditulis dengan diawali perintah “Do” ini merupakan awal dari program pengulangan dan diakhiri dengan perintah “Loop“ ini merupakan perintah untuk mengulang kembali program utama. Untuk mencoba setiap operasi logika kita tinggal mengganti sintak yang ada didalam program utama antara Do” dan “Loop”.


OPERASI LOGIKA AND
Tulis sintak program utama sesuai gambar.3 dibawah ini.
Gambar.3
Dari gambar.3 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170. Sintak C = A And B ini merupakan perintah operasi logika untuk data A dengan data B menggunakan operator And hasilnya disimpan divariabel C. Sintak E = Bin(c) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel C hasil operasi logika And menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A AND B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A  AND B” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan di baris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “ E =” dimana karakter pertama yaitu “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.4.
Gambar.4 
OPERASI LOGIKA OR
Tulis sintak program utama sesuai gambar.5 dibawah ini.

Gambar.5
Dari gambar.5 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170. Sintak C = A Or B ini merupakan perintah operasi logika  untuk data A dengan data B menggunakan operator  Or  hasilnya disimpan divariabel C. Sintak E = Bin(c) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel C hasil operasi logika Or menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A OR B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A OR  B” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan di baris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “E =” dimana karakter pertama yaitu “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.6.
Gambar.6
OPERASI LOGIKA XOR
Tulis sintak program utama sesuai gambar.7 dibawah ini.
Gambar.7
Dari gambar.7 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170. Sintak C = A Xor B ini merupakan perintah operasi logika  untuk data A dengan data B menggunakan operator  Xor  hasilnya disimpan divariabel C. Sintak E = Bin(c) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel C hasil operasi logika Xor menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A  XOR  B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A  XOR  B” dimana karakter pertama yaitu  “A” diletakkan di baris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “E =” dimana karakter pertama yaitu “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.8.
Gambar.8
OPERASI LOGIKA NOT UNTUK VARIABEL A
Tulis sintak program utama sesuai gambar.9 dibawah ini.
Gambar.9
Dari gambar.9 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak  A = &B11111111 ini artinya variabel A diisi data bertipe byte dan   format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  A = &HFF, untuk bilangan decimal menjadi A = 255. Sintak  E = Bin(a) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel A menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd  “A  =” ; E dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A  =” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan di baris pertama kolom pertama dan menampilkan isi data dari variabel  E. Sintak C = Not A ini merupakan perintah untuk membalikkan (inverter) data dari variabel A dan disimpan di variabel C. Sintak E = Bin(c) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel C hasil operasi logika Not menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “NOT A = “ ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “NOT A =” dimana karakter pertama yaitu “N” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.10.
Gambar.10
OPERASI LOGIKA NOT UNTUK VARIABEL B
Tulis sintak program utama sesuai gambar.11 dibawah ini.
Gambar.11
Dari gambar.11 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak  B = &B10101010  ini artinya variabel B diisi data bertipe byte dan   format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi B = 170. Sintak  E = Bin(b) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel B menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd  “B  =” ; E dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “B  =” dimana karakter pertama yaitu “B” diletakkan di baris pertama kolom pertama dan menampilkan isi data dari variabel  E. Sintak C = Not B ini merupakan perintah untuk membalikkan (inverter) data dari variabel B dan disimpan di variabel C. Sintak E = Bin(c) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel C hasil operasi logika Not menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “NOT B = “ ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “NOT B =” dimana karakter pertama yaitu “N” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.12.
Gambar.12

OPERASI LOGIKA NAND
Tulis sintak program utama sesuai gambar.13 dibawah ini.
Gambar.13
Dari gambar.13 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170. Sintak C = A And B ini merupakan perintah operasi logika untuk data A dengan data B menggunakan operator And hasilnya disimpan divariabel C. Sintak D = Not C ini merupakan perintah untuk membalikkan (inverter) data dari variabel C hasil operasi logika And  dan disimpan di variabel D.  Sintak E = Bin(d) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel D hasil operasi logika Not menjadi code  biner dengan type string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A NAND B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A NAND B” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan di baris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “E =” dimana karakter pertama yaitu “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.14.
Gambar.14
OPERASI LOGIKA NOR
Tulis sintak program utama sesuai gambar.15 dibawah ini.
Gambar.15
Dari gambar.15 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170.  Sintak C = A Or B ini merupakan perintah operasi logika untuk data A dengan data B menggunakan operator Or hasilnya disimpan di variabel C. Sintak D = Not C ini merupakan perintah untuk membalikkan (inverter) data dari variabel C hasil operasi logika Or dan disimpan di variabel D.  Sintak E = Bin(d) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel D hasil operasi logika Not menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A NOR B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A NOR B” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan dibaris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “E  =” dimana karakter pertama yaitu  “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.16.
Gambar.16
OPERASI LOGIKA XNOR
Tulis sintak program utama sesuai gambar.17 dibawah ini.
Gambar.17
Dari gambar.17 bisa dijelaskan sebagai berikut:
Sintak A = &B11111111 dan B = &B10101010 ini artinya variabel A dan B diisi data bertipe byte dan format penulisannya menggunakan bilangan biner, apabila kita ingin menulis dalam bentuk bilangan hexadecimal format penulisannya menjadi  A = &HFF dan B = &HAA, untuk bilangan decimal menjadi A = 255 dan B = 170. Sintak C = A Xor B ini merupakan perintah operasi logika untuk data A dengan data B menggunakan operator  Xor  hasilnya disimpan di variabel C. Sintak D = Not C ini merupakan perintah untuk membalikkan (inverter) data dari variabel C hasil operasi logika Xor  dan disimpan di variabel D.  Sintak E = Bin(d) ini merupakan perintah untuk merubah isi dari variabel D hasil operasi logika Not menjadi code biner dengan type data string dan disimpan di variabel E. Sintak Lcd “A XNOR B” dan Locate 1 , 1 ini merupakan perintah untuk menampilkan tulisan “A XNOR B” dimana karakter pertama yaitu “A” diletakkan dibaris pertama kolom pertama. Sintak  Lcd “E = ” ; E dan Locate 2 , 1 ini merupakan  perintah untuk menampilkan tulisan “E  =” dimana karakter pertama yaitu  “E” diletakkan di baris kedua kolom pertama dan menampilkan data dari variabel E. Hasilnya bisa dilihat di gambar.18.
Gambar.18

Demikian pembahasan tentang operasi logika dengan menggunakan bahasa pemprograman.
SEMOGA BERMANFAAT!

2 komentar:

  1. sangat membantu bosss untuk tahap belajar

    BalasHapus
  2. bisa ga file hex di rubah ke file bas??????

    BalasHapus